Aliran darah berdesir ketika rindu membelenggu
Seakan jantung berhenti berdetak, iramanya tak senada
Hingga butiran-butiran bening itu jatuh tak tertahankan
Bibirku kelu, tak mampu mengucapkan satu kalimatpun
Bahwa rinduku ada padanya, dan bahagia kala melihatnnya
Semua bagian dari diriku kini kian tak senada
Jiwa ini ingin melihatnya tetapi raga menolaknya
Bagai hembusan angin, aku hilang tak berjejak
Memang itu yang aku mau, namun rasanya sakit sekali
Wanita itu hadir di depan mata, ia yang pernah merebut hatimu dariku
Benciku hadir tak berwujud, karena banyak harapku padanya
Bukan.. Bukan tentang aku berharap padanya
Ini tentang dia yang terlalu memberi harapan
Aku wanita, punya perasaan
Tentang kerinduanku padanya, semua sirnah tak berbentuk
Seakan jantung berhenti berdetak, iramanya tak senada
Hingga butiran-butiran bening itu jatuh tak tertahankan
Bibirku kelu, tak mampu mengucapkan satu kalimatpun
Bahwa rinduku ada padanya, dan bahagia kala melihatnnya
Semua bagian dari diriku kini kian tak senada
Jiwa ini ingin melihatnya tetapi raga menolaknya
Bagai hembusan angin, aku hilang tak berjejak
Memang itu yang aku mau, namun rasanya sakit sekali
Wanita itu hadir di depan mata, ia yang pernah merebut hatimu dariku
Benciku hadir tak berwujud, karena banyak harapku padanya
Bukan.. Bukan tentang aku berharap padanya
Ini tentang dia yang terlalu memberi harapan
Aku wanita, punya perasaan
Tentang kerinduanku padanya, semua sirnah tak berbentuk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar