Rabu, 28 Mei 2014

Di Sujud Terakhirku

Terkadang kita harus kehilangan sesuatu yang sangat berharga untuk dapat menghargai apa yang ada. Dear Allah... Maaf terlalu banyak permintaan di sujud terakhirku. Sajadahku, kenangan terindah dalam hidup. Di dalam sujud-Nya selalu ada Asmaul Husna yang teringat, terima Kasih ya Allah atas segala nikmat kasih-Mu. 
Saat cinta berpaling, saat diriku goyah bagai layang-layang yang entah dimana di bawa semilir angin, saat ujian dan cobaan yang kau beri dalam hidup ku mengguncang jiwa, Kemana hamba harus mencari kekuatan agar hati terus bertasbih? Hanya pada-Mu ya Allah hati ini mengadu... Izinkan aku untuk terus dan terus mencintai-Mu tanpa mengalahkan dari yang lainnya. 
Apalagi kecintaanku kepada pasangan tulang rusuk yang tanpa kutahu ia siapa?? Engkau lah tempat ku mengadu, menangis tanpa ada orang lain yang tahu karena sebagian mereka masih lelap tertidur, dan sepertiga malam-Mu lah aku mencurahkan segalanya. 
Ketika ku belajar mengenal diriku sendiri, bagaikan berkaca di tengah keramaian khalayak tanpa ada yang mengetahuinya, aku mencoba berdiri dengan iman yang masih turun naik karena banyak proses yang dilalui hari demi hari, detik demi detik dan bulan pun berganti tahun, dan akhirnya sampailah aku pada keistiqomahan yang dengan kerasnya usaha ku untuk membangunnya, tanpa campur tangan Allah aku tak bisa seperti ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar