Assalamualaikum cantik.
Masih teringat, kala itu aku di sebuah kos seorang sahabat, sahabatku itu bernama Hasma. Mbak Hasma 3 tahun lebih tua dariku. Entah mengapa sejak dulu rasanya aku ingin memantapkan hatiku untuk menggunakah hijab. Ya, beberapa bulan ini mbak Hasma mantap untuk menggunakan hijab seutuhnya dan aku sambut itu dengan haru. Aku sempat berkata padanya kala itu “Aku belum sanggup, aku masih merasa ucapan dan kelakuanku buruk”. Sudah seminggu aku berada di kosan mbak Hasma dan secara tidak langsung habits baru itu dimulai. Aku mulai terbiasa melihat teman-teman yang berhijab. Kalian tau? Bukan Cuma mbak Hasma yang menggunakan hijab tetapi sahabat-sahabatnya yang lain juga. Rasanya disitu aku seperti orang asing. Merekab bisa berhijab, mengapa aku tidak? Mengapa menunggu sampai siap? mengapa tidak dimulai dari sekarang?
Aku mantapkan hatiku untuk pulang ke rumah, hari itu aku sudah nyaman dengan hijab yang mengulur indah meunutupi mahkotaku (rambutku). Aku merasa lebih percaya diri, aku merasa lebih cantik. Aku tau dalam al qur’an telah di jelaskan “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Ahzab [33]: 59)
Aku belajar untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahanku sebelumnya, aku ingin memantaskan diriku untuk calon imam yang kelak menjadi pendamping hidupku. Aku pelajari islam sedikit demi sedikit lebih mendalam dan kini aku tau mengapa Allah membawaku ke pulau seribu masjid ini. Aku jalani dengan sepenuh hati segala ketentuanNya. Aku percaya takdir tuhan tidak pernah salah. Hari ini dan detik ini aku sadar dan terharu, karena aku tahu apa alasan ayah menangis tesedu-sedu saat mengetahui aku lulus di Universitas Islam Negeri, beliau ingin aku jadi perempuan muslimah yang baik. Subhanallah, kenapa aku tidak menyadari hal tersebut lebih awal? Aku belajar banyak hal setelah kuliah di Universitas Islam Negeri, aku belajar islam lebih dalam dari sebelumnya.
Tuhan mempertemukan aku dengan orang-orang baik, orang-orang yang sayang kepadaku, orang-orang yang banyak mengajarkan aku arti kehidupan. Meskipun berhijab, aku tetap bisa melakukan aktivitas apapun yang aku inginkan selama hal tersebut tidak melenceng dari ketetapan yang sudah di atur dalam agama Islam. Aku percaya, Allah selalu bersama kita, bersama hamba-hambaNya yang selalu ingat kepadaNya. Ya Rabb, semoga aku istiqomah dengan jalan yang telah aku pilih ini. Bismillah, semoga hijrah ini menjadi berkah.
Ini adalah cerita 2 tahun lalu saat aku pertama kali memantapkan hatiku untuk menggunakan hijab, dan dalam perjalanan hijrah tersebut banyak sekali rintangan yang aku hadapi, susahnya untuk beristiqomah dan lain sebagainya. Untuk cerita selanjutnya masih dengan tema hijrahku, namun dengan part yang berbeda akan saya lanjutkan lagi minggu depan ya readers. Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi buat sahabat-sahabat untuk memulai menggunakan hijab.
Salam cantik, Tania.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar