Sabtu, 11 April 2015

Getaran Jiwa

Air mata menetes dan terus menetes
Sungguh tak bisa ku bendung lagi
Sedih.. sungguh perasaan itu kian membelenggu
Teringat senyum tersungging dari wajah mereka
Kala luka gores di torehkan sang sedarah
Kemana hatinya?
Begitu hinakah kami?
Mengapa semua mempermasalahkan
Bukanakan sang penerus harus tau
Keringat membasahi baju mereka
Mengumpulkan receh demi receh
Kesana kemari untuk mencari penyambung nyawa
Aku bukan meratapi itu semua
Tapi…. Andai takdir ini mampu ku ubah saat ini juga
Bukan mereka yang mau seperti itu
Sudahlah, itu hanya hinaan penggerak untukku
Bukan saatnya untuk bermain
Dunia akan ada pada genggamanku
Takkan ku biarkan sumpah serapah mereka terdengar lagi
Tidak! Bahkan belum saja dunia ku miliki mreka berludah
Hujan yang turun memang akan membasahiku
Tapi tidak kala pelangi menampakkan dirinya
Basahku bukan masalah
Ingatlah, roda itu berputar
Kini mungkin kau jadikan dunia ini surgamu
Tapi mampukah kau terus ada disana?
Jangan acuhkan kami seperti itu
Sungguh kami bukan pengemis
Sedarah, rasanya itu sudah sirnah
Sang pencipta tau menempatkan kasih sayangnya
Kepada mereka yang tetap bermunajat kepadanya
Apakah akan tetap disana
Atau bahkan akan melangkahkan kaki menjauh
Ini bukan akhir dari segalanya
Ludahmu tetap pada muka kami
Dunia terasa lebih bermakna jika seperti itu
Hingga kau sadar luka batin yang telah kau torehkan
Dan sampailah pada saat kau anggap kami benar-benar ada

2 komentar: