Kamis, 16 April 2015

Suara Tuhan

Tidakkah kau sadari
Tangisan akibat kekejaman ada dimana-mana
Tubuh berlumur darah
Terlelap dibawah dinginnya malam
Beralaskan selembar koran
Di bawah sinar rembulan
Tak pernah lelah mencari sesuap demi sesuap nasi
Kala teriakan perut tak pernah berhenti mengaung

Suara tawa terdengar dari gedung tinggi nan bertingkat
Pakaian indah melekat di setiap tubuh mereka
Mereka sang perenggut penuh dosa
Menindas kaum yang penuh dengan ketidakberdayaan
Mereka rampas setiap senyuman
Mereka rampas setiap tawa

Pergerakan demi pergerakan dari para pejuang
Menuntut setiap hak para kaum tertindas
Cucuran keringat membasahi jalanan
Dibawah teriknya matahari
Agama jadi taruhan demi menikmati dunia
Menimbun harta sedikit demi sedikit

Kemudian kemana kami harus berpijak
Kala dunia tak lagi bersahabat
Sang saka pergerakkan berkibar penuh makna
Satukan barisan dan teriakkan suara kaum tertindas
Kan ku buat senyuman itu luntur menjadi tangisan kekecewaan
Tegakkan kembali agama yang telah kau jadikan alas kaki

Berdzikirlah..
Berfikirlah..
Beramal salehlah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar